Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Then, we kissed.

G: "What do you want tonight, hun?" B: "Hm? Me? I don't know, maybe a cup of coffee." G: "Only that? Really?" B: "... and a goodnight kiss will make it complete."  
"There's no guarantee for success, success just belong with a people who trust it."

Amanda

2012 Ternyata jadi anak kuliahan menyenangkan ya, bisa kemana - mana, ga wajib ngerjain tugas, cewenya banyak yang cakep pula, batin gue. Jam nunjukin pukul 11.00 dan si Adhi, temen gue, seperti biasa, ngaret kalo diajak janjian, katanya ada hal penting yang mau diomongin dan harus stay di kampus dari jam 10.00, dan seharusnya aku tidak mudah percaya sama orang macam dia. Kesel. Tapi gapapa sih, nongkrong di taman sekaligus kantin kampus juga menyenangkan kok, toh banyak mahasiswa baru dan senior yang cakep - cakep pada lewat. Pukul 11.07 "Oit Dan, Sorry yak telat, tadi abis macet, ada truk lewat tadi." Sapa Adhi, yang keliatan banget abis lari, keringetnya kemana - mana. "Tai! mana ada truk boleh masuk tengah kota siang - siang gini? Kalo ngibul pinteran dikit."  "Hehehe, santai lah, kan lagian kosong juga jadwal lu. Dan." Gue cuma geleng - geleng, sambil ngehela napas. "Udah daritadi, Dan? Ga mesen makan?" "Udah darit...

Punya Apa?

Apa yang kita punya sekarang? Harta, Tahta, Cinta? Entahlah, kukira itu semua hanyalah fana  

Hitam dan Putih

"Oke, kamera siap, lightning juga udah oke, script dah dibaca, sekarang pemanasan dulu sebelum shooting." Tok tok tok tok tok tok, suara pintu diketok dengan ga santainya "Icaaaal, buruan keluar euy, panas iniiiii." Kata Novia, salah satu temen gue yang paling ga bisa diajak kompromi kalo soal waktu, kalo kita butuh ma doi, harus on time, kalo doi yang butuh, seenak jidat biasanya. Gue langsung lari ngebukain pintu, daripada gue harus dengerin ocehan doi yang ga ada remnya kalo ngomong. "Santai napa, orang lagi ngesetting studio, biar lu dateng langsung make aja ntar." "Tapi panas bangsat diluar sana, lu ga tau rasanya kek gimana, kebakar xianying." "Yaelah, cuma nunggu doang, ga sampe 5 menit juga." "Ah auk deh, mana kulkasnya? Gue mau ambil air dingin biar ga stress ngomong ma lu ntar." Lalu gue tutup lagi pintunya, dan nyoba setting beberapa hal sebelum kita mulai shooting. Anyway, kenalin dulu,...

Ragu - ragu

Ragu. Ragu - ragu ku melaju. Melaju ke arah tak tentu. Bukan, aku bukannya tak tau arah tujuanku. Aku, hanya sedikit merindu. Rindu saat posisiku yang dulu. Bermain gembira, bak bocah berusia tujuh. Melakukan sesuatu, tanpa takut keliru. Kerjaan setiap hari hanya bermain sambil menikmati hujan yang sendu. Soal cinta? Itu masih tabu waktu itu. Yang jelas kuingat, cinta pertamaku adalah ibu. Usiaku sekarang, sudah menginjak belasan, Tugas dan kerjaan, sudah bertumpukan, Tentu, tugas itu kukerjakan, Meski terkadang, hasilnya tak memuaskan. Tidak apa, proses memang melelahkan, Yang penting, berusaha tidak akan mengecewakan. Beberapa tahun lagi, usiaku dua puluh lima. Mereka bilang, usia segitu sudah seharusnya menikah. Tapi menurutku, bukan begitu. Tentu, aku tentu ingin menikah, Ingin merasakan berbagi cerita, kasih sayang, dan suka cita. Hal - hal yang buruk pasti terjadi, Seperti kisah sedih, duka cita, dan mungkin, isak tangis. Tapi, hidup bukan hanya tentang...