Postingan

Rencana Tahun Baru | Senyum Tak Bertuan (Part 2.1)

31 Desember 2014 07.40 Rumah Lula. Kepalaku terasa berat, penglihatan kabur tak jelas, bekas mabuk semalam, sepertinya, minum lagi setelah sekian lama ga minum adalah kabar buruk. Membuka mata aja susahnya minta ampun, ingin lanjut tidur tapi ga bisa, Lula kalo tidur badannya suka gerak sana - sini, risih. Ku coba untuk duduk, dan kaget karena seingatku tadi malam aku masih pakai dress, sedangkan pagi ini hanya BH dan celana dalam hitam. Berusaha mengingat kejadian semalam, malah membuat kepala makin pusing. Ah bodo amat deh, yang berlalu biarlah berlalu. Batinku. Ku berdiri dan berusaha mencari tas kecil Louis Vuitton hitam kesayanganku itu, ternyata ada di atas meja rias Lula. Ku buka tasku, lalu mengambil hp. Ku cek, ada beberapa pesan yang masuk, dari Mama, Putra, teman main di SMA, si Griselda, dan beberapa pesan di grup. Ku mulai membuka chat dari mama. Mama:   Sonia sayang   Anak gadisku   Hari ini kamu pulang apa ndak nak?   Mama mau kencan sam...

Putra | Senyum Tak Bertuan (Part 1.1)

Jumat, 30 Desember 2014 07.25 Rumah Hari ini libur, kalo kuliah udah semester akhir, biasanya jadwalnya sisa sedikit, banyak nganggurnya. Sebenernya, ga baik sih bangun jam segini, apalagi mama sering banget ngomel karena kebiasaanku yang bangun siang ini, katanya, "perawan kok bangunnya siang terus sih? Ntar susah loh dapet jodohnya." Ku ketawain aja, karena baru sebulan yang lalu putus dengan mantanku, si Harris. Alasan putusnya? Dia lebih milih nikah dengan cewe yang dijodohin sama orang tuanya, karena ga mau ngecewain orang tuanya lagi, klise ya? Hahaha. Ku masih berusaha buat tersadar dari tidurku, masih bergumul dengan kasur, selimut, bantal dan guling biru kesanyanganku. Ku coba mencari hp di atas meja, di sebelah kasurku, memastikan jam berapa ini, ku lihat, ternyata banyak banget notifikasi pesan masuk. Masih jam berapa ini? Perasaan ga ada janji deh, kok banyak pesan ya? Tanyaku dalam hati. Ku taruh lagi hpku di meja, dan kepalaku masih kututup dengan bantal,...

Warna Baru | Senyum Tak Bertuan (Part 2)

Sabtu, 31 Desember 2014 08.00 Alarm berbunyi. Ku berusaha menggerakkan badan buat ngeraih jam weker yang ada di atas meja, malas sekali rasanya, hari libur kan ga harus bangun pagi, tapi berhubung ingat kalo ada deadline yang harus dikumpulin senin besok, kuurungkan ngomel ga jelas pagi ini. Ku berusaha mengingat kejadian semalam, entah kenapa Tuhan begitu baik sekali, dalam sehari bisa ketemu 2 wanita yang sama cantiknya, tidak kalah cantik dari mantanku, Jessica, yah meskipun harus mendengar kabar buruk bahwa si Laras sudah tunangan, bukan, aku bukan ga suka dengar kabar bahagia itu, cuma... Yah kalian tau sendiri lah, mantan terindah itu gimana rasanya, ya kan? Tetapi ada Sonia, cukup menetralisir semalam yang cukup absurd untuk dilalui. Ku mengambil hp, ngeliat ada beberapa pesan masuk, dari Laras, Sonia, Jessica (iya, aku masih sering ngabarin dia kalo lagi iseng aja) dan beberapa email kerjaan. Ku buka satu - satu, dimulai dari Laras. Laras:   Put!!!   Put...

Sonia | Senyum Tak Bertuan. (Part 1)

Jumat, 30 Desember 2014 19.13 McDonald's Surabaya. Aku melihat handphone ku, memastikan semua berjalan sebagaimana mestinya, acara hari ini dimulai jam 8 malam, di Empire Palace Surabaya, buat kamu yang ga tau Empire Palace, Surabaya itu apa, jadi itu tempat buat nikahan, dan rencananya aku bareng temen - temen mau kesana, karna salah satu sahabat kita ada yang menikah. Tetapi seperti biasa, orang Indonesia budayanya ngaret. Jam segini, si Gema belum datang juga, katanya dia mau nyusul temennya dulu dan datang on time, tapi sampai jam segini belum datang juga. Kampret. Aku mencari namanya di kontak handphone, scroll scroll scroll.... Aha! Ketemu juga. Langsung ku telpon si Gema. "Woy Gem, sampai mana? Lama bener?" "Duluan aja, Put. Ini masih nungguin si Lula sama Sonia dandan dulu. Sorry yak! Hahaha" "What?? Bawa 2 cewe nih jadinya? Gila - gila, si Gema ga berubah dari dulu, tetep rajanya playboy hahaha" "Berisik lu pret, katanya kemar...

Kota Tanpa Dosa

Kota Tanpa Dosa Atau Lebih Tepatnya, Kota Tanpa 'Manusia'. Ku Melihat Manusia, Tanpa Rasa Kemanusiaan. Loyalitas, Kejujuran, Kemanusiaan? Kurasa Semua sudah di konversikan. Menjadi apapun, harta, tahta, hingga wanita. Kurasa ku hanya picik, Mungkin juga sirik. Atau bahkan munafik? Hahaha, ku hanya bisa tersenyum licik. Ku tak banyak berharap, Karna ku tidak banyak bertindak. Ku juga tak ingin menuntut. Sapa yang sudi untuk dituntut? Yang ku tahu, Atau lebih tepatnya ku yakini. Masalah besar membawa perubahan? Tidak selalu Setahu saya, yang kecil selalu berarti.

Dusta dan Palsu.

Hidup itu indah, penuh dengan cerita. Sedikit derita, tetapi selalu berusaha cinta. Mereka bilang, aku itu pendusta. Bertaburan kata - kata cinta. Hidup bergelimang harta Dihiasi oleh ribuan wanita. Semua kumiliki, bahkan termasuk tahta. Mereka bilang, semua tentang hidupku palsu. Tatapanku membuat orang tersipu malu. Perkataanku selalu bisa membuat orang membisu. Perhatianku, membunuh diri dan mimpimu.

Lupa Jatuh Cinta

How can someone love the other without loving theirself?