Jumat, 30 Desember 2014 19.13 McDonald's Surabaya. Aku melihat handphone ku, memastikan semua berjalan sebagaimana mestinya, acara hari ini dimulai jam 8 malam, di Empire Palace Surabaya, buat kamu yang ga tau Empire Palace, Surabaya itu apa, jadi itu tempat buat nikahan, dan rencananya aku bareng temen - temen mau kesana, karna salah satu sahabat kita ada yang menikah. Tetapi seperti biasa, orang Indonesia budayanya ngaret. Jam segini, si Gema belum datang juga, katanya dia mau nyusul temennya dulu dan datang on time, tapi sampai jam segini belum datang juga. Kampret. Aku mencari namanya di kontak handphone, scroll scroll scroll.... Aha! Ketemu juga. Langsung ku telpon si Gema. "Woy Gem, sampai mana? Lama bener?" "Duluan aja, Put. Ini masih nungguin si Lula sama Sonia dandan dulu. Sorry yak! Hahaha" "What?? Bawa 2 cewe nih jadinya? Gila - gila, si Gema ga berubah dari dulu, tetep rajanya playboy hahaha" "Berisik lu pret, katanya kemar...
Aku adalah Pelacur, Pelacur Metropolitan, Kesana - kemari untuk Melacur Tujuan? Apalagi kalau bukan untuk kesenangan. Facebook, Twitter, Instagram, kupunya semua. Followerku? Ribuan. Likes? Tak ada yang dibawah ratusan. Komen? Maksudmu, fansku? Haha. Barang - barang branded semua kupunya, Asli? Tentu, gatal aku kalau pake barang palsu. Harga? Tak mungkin lah kamu mampu menebusnya, Matre? Tidak, aku hanya realistis terhadap hidupku. Mereka bilang aku pelacur, Keluar tiap malam hanya untuk bersenang - senang, Bir, Narkotika, Sex bebas, seperti melekat padaku. Bahkan mereka mencariku, untuk bersenang - senang. Mereka bilang hidupku bahagia, Duit tak pernah habis, dan teman dimana - mana. Hidup tanpa susah, tawa selalu menggila, Bahkan, ada yang mau mengikuti gayaku, lucu ya? Aku pelacur metropolitan. Menyenangkan? Tentu, bergelimang harta, tahta dan kuasa. Ku rasa, kamu juga pelacur metropolitan. Benar bukan?
Kalau ada yang bilang, nunggu pacar / gebetan peka itu menyebalkan, berarti mereka ga pernah ngerasain yang namanya delay lebih dari 2 jam, ditambah dengan ga pakai paket data, dan juga wifi di bandara lagi eror. Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan? Hm. Iya, pesawat gue delay, entahlah, ga dijelasin kenapa bisa delay, tapi karena gue baru aja dapat roti dan beberapa snack, sebagai kompensasi delay. Gue mengurungkan niat buat marah – marah. Sebenarnya sih, ada alasan lain kenapa gue memikirkan buat ga marah. Di sebelah, ini ada cewe cakep, rambut sebahu dan juga pakai kacamata frame bundar, warna coklat tua, pakai baju kaos hitam biasa, tulisan ‘New York’ di bagian dada, dengan jaket bomber warna biru tua dan celana jeans yang sedikit sobek di lutut. Daritadi, yang dia lakukan hanya main iPad sambil dengeri lagu di iPod. Tipikal cewe sosialita. Niat awal tadi mau kenalan, tapi bingung mau ngomong apa. Yauda, gue mengurungkan niat buat kenalan, dan memilih buat menyalakan laptop...
Komentar
Posting Komentar